Rangkaian kegiatan Tangho Fun Day (TFD) kini telah memasuki hari ketiga. Sebelum beralih pada acara inti yang penuh aksi, kegiatan hari ini tetap diawali dengan rutinitas pagi yang khusyuk, yakni kajian kitab Ifadatut Tullab yang diikuti oleh seluruh santri hingga selesai.
Usai menimba ilmu agama, antusiasme santri langsung berpindah ke halaman rusunawa yang disulap menjadi area sosialisasi dan simulasi bersama petugas Pemadam Kebakaran (Damkar). Suasana semakin hidup dengan hadirnya satu unit mobil pemadam kebakaran beserta tiga personel tangguh.
Ketiga personel tersebut hadir dengan peran masing-masing untuk memastikan kelancaran acara. Rouf Mashudi bertugas sebagai pengemudi armada, Oscar siaga di bagian telekomunikasi, sementara Ahmad Rifa'i tampil ke depan sebagai pembawa acara sekaligus pemateri utama.
Edukasi Teori dan Pengenalan Alat Dalam sesi edukasi, Ahmad Rifa'i memaparkan materi dasar keselamatan yang sangat penting. Para santri diberikan pemahaman mengenai lima tugas pokok Damkar serta konsep Segitiga Api (Triangle of Fire).
Selain teori dasar, rasa ingin tahu santri semakin terjawab melalui sesi pengenalan berbagai peralatan khusus yang sering digunakan oleh petugas Damkar saat beroperasi. Alat-alat tersebut antara lain:
Hurricane Crossbar
Sekop multifungsi
Kapak pemadam (Fire axe)
Pemotong baut (Bolt cutter)
Snake grip (Alat penangkap ular)
Alat Pelindung Diri (APD)
Nozzle (Penyemprot air)
Bapak Ahmad Rifa'i dan Bapak Rouf Mashudi sedang memberikan penjelasan tentang alat-alat Damkar
Praktik Langsung Menaklukkan Api Setelah dibekali teori, tiba saatnya untuk praktik lapangan. Para santri diajarkan cara yang benar dan aman untuk mengatasi kebakaran skala kecil hingga sedang. Materi yang ditekankan adalah insiden yang sering terjadi di kehidupan sehari-hari, seperti penanganan tabung gas bocor dan minyak yang terbakar.
Bapak Ahmad Rifa'i dan santri sedang praktek menangani regulator gas bocorTidak hanya menonton, keberanian para santri juga diuji. Beberapa santri diminta maju ke depan untuk mempraktikkan langsung teknik pemadaman api tersebut di bawah pengawasan ketat dan arahan langsung dari para petugas.
Ditutup dengan Pesta Air yang Meriah Setelah ketegangan saat menaklukkan api usai, acara ditutup dengan sebuah kejutan yang paling ditunggu-tunggu. Halaman rusunawa seketika berubah menjadi arena bermain air.
Para santri sedang bermain air dengan nozzlePada awalnya, petugas menyemprotkan air menggunakan nozzle biasa ke arah para santri. Namun, keseruan memuncak di akhir acara ketika penyemprot air utama (water cannon) yang berada di atas truk pemadam turut diaktifkan. Sorak-sorai dan tawa riang pecah saat para santri dengan antusias menikmati "mandi bareng" di bawah guyuran air raksasa tersebut.
Hari ketiga Tangho Fun Day tidak hanya memberikan kebahagiaan, tetapi juga pengalaman dan ilmu keselamatan yang sangat berharga bagi para santri.
.png)