Bukan Sekedar Nilai: Ujian Praktik Sebagai Bekal Pengabdian Santri di Masyarakat

admin
0

      

       Ujian praktik kepesantrenan bagi siswa kelas XII Madrasah Aliyah (MA) Tanbihul Ghofilin, Bawang, Banjarnegara, merupakan salah satu program rutin tahunan yang diselenggarakan sebagai bagian dari proses evaluasi pembelajaran berbasis pesantren. Kegiatan ini bertujuan untuk mengukur capaian kompetensi siswa, baik dalam aspek pemahaman maupun keterampilan, terhadap materi yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan di Madrasah Aliyah dan Madrasah Diniyah.

            Sebagai lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan pondok pesantren, MA Tanbihul Ghofilin menekankan pentingnya keseimbangan antara penguasaan ilmu pengetahuan dan pengamalan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan bermasyarakat. Oleh karena itu, ujian praktik kepesantrenan tidak hanya berfungsi sebagai sarana evaluasi akademik, tetapi juga sebagai upaya pembekalan bagi siswa agar mampu menerapkan ilmunya secara nyata ketika terjun di masyarakat.







       Pada tahun 2026, ujian praktik kepesantrenan dilaksanakan pada hari Ahad, 26 April 2026, mulai pagi hari hingga selesai. Kegiatan ini diikuti oleh 198 siswa yang berasal dari tiga jurusan, yaitu Keagamaan, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Adapun materi yang diujikan meliputi Bahasa Arab, Seni Budaya Agama (SBA), fikih lokal, praktik salat jenazah, serta tahlil beserta doanya..

       Dalam rangka ujian praktik ini, para siswa di dampingi oleh orang tuanya. Mereka sangat berantusias mempersiapkan diri untuk mengikuti ujian praktik. Bukti dari semangat mereka adalah dengan mencari informasi terkait kisi-kisi ujian.

       Dari Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) sendiri membantu mempersiapkan kegiatan ini secara matang. Anggota OSIM di bagi menjadi beberapa kelompok, mereka tertib menjalankan tugasnya masing-masing.  OSIM juga memberi arahan kepada para siswa mengenai rangkaian acara yang akan diselenggarakan.






       Salah satu peserta ujian, Bening Sekar Arum, menyampaikan bahwa materi fikih menjadi bagian yang cukup menantang. Karena, jika siswa tidak benar-benar memahami Pelajaran fikih yang akan di ujikan, siswa akan mengalami kesulitan saat presentasi.

       Dalam rangka peningkatan kualitas kegiatan, dewan guru melakukan koreksi dan evaluasi dari tahun ke tahun sehingga selalu ada peningkatan untuk kegiatan tahun selanjutnya. Dewan guru berharap dengan adanya ujian praktik kepesantrenan, siswa-siswi MA Tanbihul Ghofilin bisa menerapkan apa yang sudah di ajarkan di Madrasah saat terjun ke Masyarakat nanti serta mengambil hikmahnya. Dewan guru juga berharap ujian praktik kepesantrenan ini tidak di tiadakan. Karena ujian praktik kepesantrenan sendiri sudah menjadi ciri khas dari MA maupun MTs Tanbihul Ghofilin.

















Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Check Now
Ok, Go it!