Langkah Menuju Terangnya Cahaya, Habib Syafiq Isi Majelis Kali Ini!!!

Tangho's Journalist
0

   Usai menunaikan salat Isya, langkah para santri yang biasanya langsung kembali ke kompleks asrama mendadak dialihkan oleh para pengurus. Mereka diarahkan untuk segera turun dan berkumpul di area bawah. Rupanya, malam itu bertepatan dengan tanggal 25 Agustus 2026, pesantren menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan mengundang pendakwah muda karismatik, Habib Ahmad Syafiq bin Anis Al-Atos.

    Persiapan acara ini ternyata sudah ditata dengan rapi. Sebelum salat Isya, para santri telah diimbau untuk mengenakan pakaian serba putih. Untuk memeriahkan suasana, mereka juga dibekali suvenir berupa lampion kecil berbentuk kue ulang tahun dengan lilin bernyala kuning. Sembari berjalan menuju lokasi acara, panitia juga membagikan takir beserta minuman untuk dinikmati para santri. Berkat koordinasi panitia yang apik, rangkaian acara berlangsung dengan tertib dan meriah.

    Acara diawali dengan lantunan selawat bersama, disusul dengan kehadiran para tamu undangan, jajaran masyayikh, dan masyayikhah. Puncak acara terjadi saat Habib Syafiq tiba. Kehadirannya disambut antusias dan langsung memikat hati para santri. Di sela-sela memimpin selawat, Habib Syafiq menyisipkan pesan mendalam terkait pendidikan karakter dan spiritualitas santri, yang mencakup lima poin penting:

  • Keutamaan mengagungkan kelahiran Nabi Muhammad SAW.

  • Menjaga niat yang lurus dalam segala hal.

  • Pentingnya mengedepankan akhlak dan adab.

  • Menjaga semangat menuntut ilmu.

  • Mempererat kebersamaan dan persatuan antar-santri.






 

    Keseruan malam itu semakin bertambah dengan adanya sesi doorprize interaktif. Habib Syafiq menantang para santri yang berani maju untuk melantunkan nadhom. Santri putri ditantang untuk melanjutkan bait kitab Amtsilah At-Tashrifiyah, sementara santri putra diuji dengan bait kitab 'Aqidatul 'Awam. Tak hanya menguji hafalan, Habib Syafiq juga melontarkan pertanyaan-pertanyaan ringan yang mencairkan suasana, seperti apa cita-cita mereka hingga seberapa betah mereka di pesantren.





    Menjelang akhir acara, sesi doorprize kembali digelar dengan tantangan yang lebih meriah karena melibatkan santri secara berkelompok. Kali ini, tantangannya lebih beragam, mulai dari nadhom kitab Alala, Matan Jurumiyah, hingga 'Imrithi. Bahkan, para santri tahfiz turut ditantang untuk menyambung hafalan Surah Al-Baqarah. Peringatan Maulid Nabi malam itu sukses berjalan lancar dan meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh santri, terutama bagi mereka yang berhasil membawa pulang doorprize.












Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Check Now
Ok, Go it!