![]() |
| Bapak Walidun sedang menyampaikan materi Dok. Jurnalis |
Liburan sering kali identik dengan waktu santai, bermain, atau sekadar beristirahat dari rutinitas sekolah. Namun, siapa sangka liburan juga bisa menjadi momen yang tepat untuk memperbaiki hal-hal sederhana yang sering dianggap sepele seperti wudhu. Padahal, dari wudhu inilah awal sah atau tidaknya ibadah seorang muslim ditentukan. Berangkat dari hal tersebut, kegiatan EFS hadir dengan konsep berbeda: mengajak siswa belajar dari hal paling dasar, tapi berdampak besar dalam kehidupan sehari-hari.
Pada hari Selasa, 5 Mei 2026, siswa kelas 7 dan 8 mengikuti pendalaman materi tentang wudhu yang dilaksanakan di Masjid Jami Tanbihul Ghofiliin.
Kegiatan ini diisi langsung oleh Bapak Walidun S.Pd.I yang membawakan materi dengan gaya santai, ringan, namun tetap mudah dipahami. Para siswa tampak antusias mengikuti setiap penjelasan yang diberikan, mulai dari pengertian wudhu, rukun, sunnah, hingga hal-hal yang dapat membatalkan wudhu.
Tidak hanya teori, kegiatan ini juga dilengkapi dengan praktik langsung. Siswa diajak mempraktikkan tata cara wudhu yang benar sesuai tuntunan. Dengan adanya praktik ini, siswa bisa langsung memperbaiki kesalahan dan memahami secara nyata langkah-langkah wudhu yang tepat.
Suasana belajar terasa lebih hidup karena adanya interaksi aktif antara pemateri dan siswa. Sesekali diselingi tanya jawab ringan yang membuat peserta semakin semangat dan tidak merasa bosan.
Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian dari program EFS yang bertujuan mengisi waktu liburan dengan aktivitas positif, edukatif, dan menyenangkan. Diharapkan melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan kegiatan seperti ini, liburan bukan hanya waktu untuk beristirahat, tetapi juga kesempatan untuk menambah ilmu dan memperbaiki kualitas ibadah.

