"Merdeka Berkarya, Bersatu Dalam Semangat!" Upacara Bendera Dan Rangkaian Perlombaan Di Ponpes Tan-Gho

Tangho's Journalist
0


    BANJARNEGARA — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pondok Pesantren Tanbihul Ghofilin menggelar serangkaian acara meriah pada Senin, 17 Agustus 2026. Acara yang meliputi upacara bendera dan berbagai perlombaan ini diikuti oleh seluruh santriwan, santriwati, serta jajaran masyayikh yang telah menempati kursi kehormatan.

    Di lapangan utama, barisan rapi telah terbentuk. Berbagai elemen pengisi acara seperti Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra), TMB, Paduan Suara (Padus), Palang Merah Remaja (PMR), hingga Dewan Eksekutif Mahasantri (Dema) telah bersiap di posisinya masing-masing.

    Rangkaian acara dimulai dengan upacara khidmat yang dipandu oleh pembawa acara (protokol). Sebanyak 13 kompi barisan—yang terdiri dari 7 kompi putra dan 6 kompi putri—bersiap di lapangan, di mana setiap barisan dikelompokkan berdasarkan tingkatan kelas.

    Bertindak sebagai pembina upacara adalah KH. Faishol Hasanudin. Dalam amanatnya, beliau memberikan motivasi mendalam kepada para santri untuk terus mengingat kewajiban belajar, mengingat santri adalah generasi penerus bangsa. Pesan tersebut ditutup dengan apik melalui pantun khas ala KH. Faishol Hasanudin, sebelum akhirnya upacara diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh KH. Mabrur, S.E.

    Usai upacara, suasana berubah meriah dengan berbagai pertunjukan dari para santri bertema kemerdekaan, mulai dari tarian, pembacaan puisi, hingga atraksi bela diri. Setelah itu, perlombaan khas 17-an yang dinanti-nanti pun dimulai.

    Sebagai pembuka, diadakan lomba panjat pinang khusus santriwan yang diikuti oleh para abdi ndalem bagian dapur. Gelak tawa penonton pecah melihat perjuangan para peserta yang kesulitan menaklukkan batang pinang karena telah dilumuri oli hingga sangat licin.

    Keseruan tidak berhenti di situ. Pada pukul 14.30 WIB, digelar dua lomba unik, yakni Tarik Sarung dan Balap Sedotan. Tarik Sarung mengadaptasi konsep tarik tambang tradisional, namun dimodifikasi menggunakan kain sarung yang diikat kuat. Sementara itu, Balap Sedotan menuntut ketangkasan dan fokus layaknya lomba memasukkan paku ke dalam botol, namun diganti menggunakan medium sedotan.




    Malam harinya, tepat pukul 21.00 WIB, suasana kemeriahan bergeser ke Gedung Olahraga (GOR). Pertandingan futsal sengit digelar antar-komplek asrama dan tim abdi ndalem dapur. Menariknya, pertandingan ini tidak hanya diikuti oleh para santri, tetapi juga melibatkan jajaran pengurus pondok pesantren.

    Suasana GOR bergemuruh oleh sorak-sorai suporter dan penonton setiap kali terjadi aksi memukau, seperti operan, gocekan lincah, hingga tendangan berbuah gol. Untuk menambah semarak acara, panitia juga memberikan penilaian khusus bagi suporter terheboh. Turnamen futsal ini berlangsung mendebarkan dan akan dilanjutkan pada malam berikutnya untuk memasuki babak perempat final hingga laga puncak.

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Check Now
Ok, Go it!