![]() |
| Ags Ulinnuha Chamzah |
Di tengah dinamika perpolitikan modern yang kerap kali terjebak dalam pragmatisme dan persaingan kekuasaan semata, kerinduan akan sosok pemimpin yang menjadikan agama sebagai kompas moral semakin menguat. Di Kabupaten Banjarnegara, napas perpolitikan yang santun dan religius ini terus disuarakan oleh Ulinnuha Chamzah, atau yang lebih akrab disapa Gus Ulin.
Sebagai Dewan Pertimbangan DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Banjarnegara, Gus Ulin membawa sebuah misi mulia: mengajak warga Banjarnegara untuk kembali memandang politik bukan sebagai ajang perebutan tahta, melainkan sebagai sarana perjuangan dan ibadah.
Dalam setiap langkah dan arahannya, Gus Ulin secara konsisten membumikan kembali asas-asas tuntunan agama khas ulama kharismatik Nusantara, almaghfurlah KH. Maimoen Zubair (Mbah Moen).
Mengapa Mengadopsi Gaya Berpolitik Mbah Moen?
Bagi PPP dan masyarakat Islam Indonesia pada umumnya, Mbah Moen bukan sekadar tokoh partai, melainkan guru bangsa yang pandangannya tentang politik sangat mendalam, sejuk, dan merangkul. Gus Ulin memahami betul bahwa pendekatan inilah yang paling dibutuhkan oleh masyarakat Banjarnegara saat ini.
Gus Ulin sering kali mengingatkan warga dan kader partai pada beberapa pilar utama politik ala Mbah Moen, di antaranya:
- Politik sebagai Amar Ma'ruf Nahi Mungkar: Politik bukanlah hal yang kotor jika dijalankan oleh orang-orang yang berpegang teguh pada nilai agama. Gus Ulin mengajak warga Banjarnegara untuk menggunakan hak politiknya guna memilih pemimpin yang mampu membawa kebaikan (maslahat) dan mencegah keburukan bagi daerah.
- Mengedepankan Akhlakul Karimah: Dalam berpolitik, Mbah Moen selalu mengajarkan kesantunan. Gus Ulin menekankan agar warga Banjarnegara tidak mudah terprovokasi, menghindari caci maki (black campaign), dan menolak politik uang (money politics) yang merendahkan martabat manusia.
- Merawat Harmoni Kebangsaan (Nasionalisme Religius): Agama dan negara bukanlah dua kutub yang saling berseberangan. Gus Ulin menggemakan pesan Mbah Moen bahwa mencintai Tanah Air (termasuk memajukan Banjarnegara) adalah sebagian dari iman. Perbedaan pilihan politik tidak boleh merusak ukhuwah (persaudaraan) antarwarga.
Menjadikan PPP Banjarnegara sebagai Rumah Bersama
Sebagai Dewan Pertimbangan DPC PPP Banjarnegara, posisi Gus Ulin sangat strategis dalam menjaga "ruh" partai agar tetap berada di jalur yang lurus. Ia menjadikan PPP bukan sekadar kendaraan elektoral, melainkan "rumah besar" bagi umat Islam di Banjarnegara untuk menyalurkan aspirasi politik yang rahmatan lil 'alamin.
Gus Ulin kerap turun ke masyarakat, menyapa dari desa ke desa, dari pesantren ke majelis taklim, untuk memberikan pencerahan politik. Pesan yang dibawanya jelas: masyarakat Banjarnegara harus cerdas dan berdaulat. Pemimpin yang lahir dari proses yang dipenuhi keberkahan dan kejujuran, niscaya akan menghasilkan kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan rakyat kecil.
Harapan untuk Banjarnegara yang Lebih Berkah
Melalui teladan dan ajakan Gus Ulin, diharapkan iklim perpolitikan di Kabupaten Banjarnegara dapat bertransformasi menjadi lebih teduh dan berintegritas. Ajakan untuk berpolitik dengan asas tuntunan agama khas Mbah Moen adalah sebuah oase di tengah gersangnya etika politik saat ini.
Gus Ulin telah meletakkan kembali fondasi penting: bahwa pada akhirnya, politik adalah tentang bagaimana kita mempertanggungjawabkan setiap amanah di hadapan manusia dan di hadapan Allah SWT. Sebuah pesan yang relevan, menggugah, dan harus terus dirawat oleh seluruh elemen masyarakat Banjarnegara.
***
(Timredaksi)

