Acara Puncak Haul ke-19 Almaghfurlah KH. Muhammad Hasan, Ribuan Jamaah Padati Pondok Pesantren Tanbihul Ghofiliin

ans
0

Haul ke-19 KH. Muhammad Hasan



Banjarnegara – Pondok Pesantren Tanbihul Ghofiliin Mantrianom, Bawang, Banjarnegara menggelar Haul ke-19 Almarhum Almaghfurlah KH. Muhammad Hasan pada Sabtu malam Ahad, 13–14 Dzulhijjah 1447 H atau bertepatan dengan 30 Mei 2026. Kegiatan yang dimulai pukul 19.00 WIB tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri para kiai, habaib, alumni, santri, serta masyarakat dari berbagai daerah.


Haul ini diselenggarakan sebagai bentuk penghormatan dan doa bersama untuk mengenang jasa-jasa KH. Muhammad Hasan yang semasa hidupnya pernah mendirikan, mengasuh dan mengembangkan Pondok Pesantren Tanbihul Ghofiliin hingga menjadi salah satu lembaga pendidikan Islam yang terus memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ribuan Jamaah memadati kompleks Makom KH. M. Hasan


Rangkaian acara diawali dengan pembacaan Surah Yasin dan tahlil bersama yang dipimpin oleh KH. Hakim An-Naisaburi, Lc. Suasana khusyuk menyelimuti seluruh jamaah yang memanjatkan doa untuk almarhum serta para masyayikh yang telah mendahului.

KH. Hakim An-Naisaburi, Lc memimpin tahlil


Acara kemudian dilanjutkan dengan mauidzah hasanah yang disampaikan oleh KH. M. Idror Maimoen. Dalam tausiyahnya, beliau mengingatkan pentingnya meraih taufik dari Allah SWT sebagai jalan menuju kebaikan hidup.


“Wong nek pengin dadi wali kuwi gampang, yaiku kudu oleh taufike Gusti Allah,” tutur beliau di hadapan jamaah.


Beliau juga menjelaskan bahwa ukuran keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan, kekayaan, maupun kerja keras semata, melainkan oleh keberkahan dan pertolongan Allah SWT yang menyertai kehidupannya.


Dalam kesempatan tersebut, KH. M. Idror Maimoen menegaskan bahwa warisan terbaik yang dapat ditinggalkan seseorang bukanlah harta benda, melainkan nama baik dan keteladanan selama hidup di dunia.


“Orang yang meninggal itu lebih baik tidak meninggalkan tanah atau uang yang banyak, tetapi meninggalkan status sebagai orang yang baik ketika hidup di dunia,” ungkapnya.


Selain itu, beliau mengajak jamaah untuk mencintai ibadah dan pekerjaan yang dijalani. Menurutnya, puncak dari ibadah adalah ketika seseorang mampu mencintai amal yang dikerjakannya sehingga dilakukan dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan.


Beliau juga mengibaratkan seorang mukmin seperti tanaman padi yang senantiasa bergoyang diterpa angin. Berbagai ujian yang datang dalam kehidupan menjadi sarana penghapus dosa dan peningkat derajat di sisi Allah SWT.

KH. M. Idror Maimoen menyampaikan mauidloh hasanah


Peringatan haul ini menjadi momentum penting bagi keluarga besar Pondok Pesantren Tanbihul Ghofiliin untuk mengenang perjuangan KH. Muhammad Hasan dalam menanamkan nilai-nilai keislaman, pendidikan, dan akhlakul karimah. Melalui kegiatan haul, para santri, alumni, dan masyarakat diharapkan dapat meneladani semangat dakwah serta perjuangan beliau dalam mengabdi kepada agama, bangsa, dan umat.


Dengan terselenggaranya Haul ke-19 ini, semangat perjuangan para ulama diharapkan terus hidup di tengah masyarakat serta menjadi inspirasi bagi generasi penerus untuk melanjutkan perjuangan dalam menebarkan ilmu, kebaikan, dan kemaslahatan. (munha) 




Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Check Now
Ok, Go it!