Pada Minggu pagi, 24 Mei 2026, para siswa kelas IX Madrasah Tsanawiyah (MTs) Tanbihul Ghofilin tengah mempersiapkan diri untuk menghadapi ujian terakhir sebelum prosesi wisuda kelulusan, yakni Ujian Pondok.
Pelaksanaan ujian kali ini terasa istimewa dan berbeda dari ujian sekolah pada umumnya yang hanya berfokus pada pengerjaan soal tertulis di dalam kelas. Keunikan Ujian Pondok ini terletak pada pendampingan langsung oleh orang tua siswa, serta materinya yang berupa setoran hafalan praktik yang akan sangat dibutuhkan ketika para siswa terjun ke lingkungan masyarakat.
Ujian ini dibagi ke dalam tiga mata pelajaran (mapel) utama, yaitu:
Fikih Lokal: Siswa diuji melalui kelancaran membaca kitab fikih lokal.
Tahfidzul Qur'an: Siswa diuji dengan menyetorkan hafalan Al-Qur'an, yang dimulai dari hafalan Juz 30.
Ubudiyah: Ini merupakan materi krusial untuk bekal bermasyarakat. Pada mapel ini, siswa dituntut untuk menghafalkan doa-doa penting dan tata cara ibadah harian, seperti doa qunut, bacaan tahlil, hingga seputar zakat.
Adapun alur pelaksanaannya diatur dengan tertib. Para siswa memulainya dengan mengambil nomor undian, lalu mengantre untuk mengikuti ujian secara bergiliran dari satu mapel ke mapel lainnya. Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian ujian dan keluar dari ruangan, siswa akan mendapatkan makanan ringan (snack). Momen purnaujian ini sekaligus menjadi waktu yang berharga bagi para siswa untuk berbincang-bincang hangat dengan orang tua mereka masing-masing sebelum akhirnya pulang ke rumah.
.png)