Debat capres (calon presiden sekolah)
Tokoh & Karakter:
1. Presenter (1 orang pr): Tegas, rapi, berbicara cepat seperti presenter berita TV pembawa berita.
2. Moderator (1 orang pr): yang mengarahkan perdebatan
3. Reporter (1 orang pr): yang meliput berita di tempat kejadian
4. Wartawan (5-6 orang lk dan Pr): bertugas sebagai cameramen, dan wawancara terhadap narasumber
5. Kandidat 1 (sauadra Bakhil): Karakter politikus senior. Suka obral janji muluk-muluk, gaya bicaranya formal, sering melambaikan tangan dengan senyum palsu.
6. Ajudan (4 orang): (kandidat 1) menemani kandidat dan provokator pendukng bertugas
7. Kandidat 2 (saudari Mega Mania pr): Karakter aktivis/orator. Suka menggebu-gebu, puitis, mengkritik segalanya, tapi tidak punya solusi konkret.
8. Ajudan (4 orang pr): (kandidat 2) menemani kandidat dan provokator pendukng bertugas
Properti Panggung:
• 2 Podium (bisa pakai meja kelas biasa) terserah bisa kursi
• 1 Meja moderator di tengah.
• Kertas-kertas tebal (seolah naskah visi-misi).
• Jas, dasi, atau peci untuk para kandidat (agar terlihat kontras dengan seragam sekolah).
________________________________________
[Naskah Drama]
(Suara musik latar tegang/berita dimulai. Moderator dan masuk ke Tengah halaman dengan mikrofon beserta cameramen.)
Scene I
Presenter: “Selamat siang pemirsa warga sekolah! Selamat datang di Berita tanghonewsTV, tempatnya informasi viral, hiburan, dan tren terbaru. Saya [Nama Presenter], siap menemani Anda dengan kabar yang sedang ramai diperbincangkan. Langsung saja, berikut berita hits hari ini.Ditengah panasnya matahari diacara demo ekskul kali ini, dari Tim Tan Gho’s Journalist malaporkan akan diadakannya debat calon ketua osis sekolah Tadika Mesra, untuk mengetahui perkembangan dan suasana debat calon presiden kelas secara langsung, mari kita simak laporan berikut dari reporter kami, [Nama Reporter].”
(reporter langsung masuk ke halaman beserta cameramen juga gaya cepat langsung berbicara dengan latar belakang kondisi riuh persiapan yang di lakukan oleh para ajudan dan para wartawan)
Scene II
repoter:
(tempat kejadian liputan (kondisi di belakang repoter sedang riuh2 nya melakukan persiapan dan reporter Tengah mengabarkan situasi lebih lanjut untuk acara debat)
"baik, terimakasih Saya (nama reporter) dari Tim Tan Gho’s Journalist, melaporkan langsung dari panggung Debat Panas Calon Ketua OSIS sekolah Tadika Mesra.di belakang saya acara akan berlangsung satu menit lagi dan bisa pemirsa lihat bahwa persiapan acara beserta kandidat sudah sangat siap untuk ajang perdebatan kali ini”
(setelah reporter selesai meliput disitu acara debat sudah siap dan di belakang reporter sudah ada moderator beserta kursi dan juga meja debat nya sebagai podium)
Debat I
Moderator: “baik warga sekolah sekalian dia acara debat ketos Tadika Mesra siapakah yang pantas menduduki ketua osis periode ini langsung saja mari kita sambut kandidat pertama di sebelah kanan saya, saudara Bakhil dari Partai 'Dompet Tipis'.
(datang beliau dengan kacamata hitam nya serta empat ajudan nya dengan diiringi sound lagu MBG sembari melambaikan tangannya menyapa).
Dan di sebelah kiri saya, ada saudari Mega Mania dari Partai 'Pejuang Barisan Belakang'.
(datang beliau dengan baju glamor dan muka glowing nya dengan empat ajudannya diiringi sound lagu Kicau Mania dan para kandidat langsung menempatkam posisi masing2 menempati bagiyan kanan dan kiri moderator).
Apakah kalian sudah siap, (semua kandidat mengangguk setuju tanda siap) mari Kita langsung masuk ke pertanyaan yang pertama: Bagaimana strategi Anda mengatasi krisis kesejahteraan siswa kelas, khususnya masalah harga kantin yang terus naik? Waktu Anda 30 detik, dimulai dari saudara bakhil!"
Saudara Bakhil: (Maju, membenarkan kerah jas, lebar ke arah penonton)
Terima kasih Rakyatku, eh, maksud saya teman-teman sekalian! Jika saya terpilih menjadi Ketua OSIS, saya berkomitmen! Saya menjanjikan swasembada pangan di area kantin. Tidak ada lagi Nobo seharga tiga ribu! Saya akan subsidi APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Dompet) kita, sehingga harga Nobo turun menjadi lima ratus rupiah! Merdeka!"
MODERATOR: "Apakah program ini sudah mendapat persetujuan dari kantin, atau hanya mendapat persetujuan dari imajinasi Anda? Dan Mengapa hanya Nobo yang disubsidi? Bagaimana dengan jajanan lain yang juga dibeli oleh siswa?"
Saudara Bakhil: “Memang belum ada persetujuan dari kantin. Tapi dulu pesawat juga belum mendapat persetujuan dari gravitasi, dan sekarang orang tetap bisa terbang. Yang penting optimis dulu, negosiasi belakangan! Dan kenapa Nobo? Ya, karna sekarang yang sedang fomo itu Nobo”
MODERATOR: (menggelengkan kepala dan sambil Melihat jam)
"Waktu habis! Saudari Mega, silakan tanggapan Anda."
Saudari Mega Mania: (Maju dengan menggebu-gebu, menunjuk-nunjuk lantai)
"Lawan! Kita tidak butuh janji manis Nobo murah! Itu adalah pembodohan sistematis! Kesejahteraan bukan soal Nobo, tapi soal keadilan sosial bagi seluruh rakyat Tadika Mesra! Selama ini kita ditindas oleh tugas yang menumpuk! Jika saya terpilih, saya akan menghapuskan PP (Pekerjaan pondok) dan menggantinya dengan Nobar (nonton bareng) di dalam kelas!" (Sambil memukul meja)
MODERATOR: “Tenang saudari Uban, jangan merusak fasilitas sekolah. Tapi Jika Nobar menjadi solusi semua masalah pendidikan, mengapa sekolah belum berubah menjadi bioskop dan bagaimana program Nobar ini dapat menjamin pengembangan SDM (Sumber Daya Manusia)?”
Saudari Mega Mania: (sambil berdiri tersenyum bangga deangan membenarkan jas nya) “Karena semua perubahan besar butuh pemimpin yang berani bermimpi. Dan saya bermimpi melihat rakyat kelas tersenyum sambil menonton film, bukan menangis sambil mengerjakan PP (pekerjaan pondok). Soal SDM, saya yakin siswa yang mampu menyelesaikan film 3 jam tanpa tidur memiliki tingkat fokus yang luar biasa dan siap menghadapi tantangan masa depan."
MODERATOR: “Baik, waktu habis pertanyaan kedua tentang Krisis Penegakan Hukum, yaitu masalah hilangnya pulpen secara misterius di kelas. Bagaimana solusinya? Silakan saudari uban duluan."
Saudari Mega Mania: "Ini adalah konspirasi global! Pulpen hilang bukan karena dicuri, tapi karena sistem kita yang korup! Saya akan membentuk KPKK: Komisi Pemberantasan Kehilangan Pulpen Kelas! Setiap meja akan dipasang garis polisi dan CCTV deteksi wajah. Siapa yang meminjam pulpen tanpa mengembalikan, akan kita hukum jemur di lapangan upacara sampai tobat!"
MODERATOR:"Bagaimana dengan Anda, saudara Bakhil?"
Saudara Bakhil: (Terkekeh meremehkan)
"Ah, visi saudari Mega terlalu membuang anggaran. Solusi saya lebih taktis. Saya akan membagikan satu juta pulpen gratis kepada warga kelas! Pulpen tersebut akan diikat menggunakan tali rafia sepanjang dua meter di setiap meja. Jadi, tidak akan ada lagi infiltrasi asing yang bisa membawa kabur pulpen kita! Ingat, coblos BAKHIL!" (sambil mengepalkan tangannya keatas “DUKUNG BAKHIL!!!” teriak ajudan nya)
Debat II
MODERATOR: "Luar biasa. Pertanyaan selanjutnya Apa program kerja nyata Anda dalam 100 hari pertama menjabat? Silakan dijawab singkat."
Saudara Bakhil: "Saya akan merenovasi AC kelas agar sedingin kutub utara, mengganti kursi kayu menjadi sofa pijat, dan bermain ps setiap hari Jumat sebagai pengganti kegiatan ekstra!"
MODERATOR: (Bingung) "Uangnya dari mana ya?"
Saudara Bakhil: (Berbisik ke mic)"Gampang, nanti cari investor asing dari SEKOLAH SEBELAH! Atau kita buat proposal dana hibah dari guru BK."
MODERATOR: “wahh, sangat fantastis sekali sampai saya tidak yakin yang satu ini akan terpilih menjadi ketua osis permirsa baik,lanjut bagaimana dengan anda saudari mega?”
Saudari Mega Mania: (Memotong)
"Rakyat jangan mau ditipu! Program saya lebih revolusioner! 100 hari pertama, saya akan membebaskan biaya SPP, menghapus ujian semester, dan mengganti bel masuk sekolah dengan suara musik jedag-jedung agar siswa lebih estetik saat masuk kelas!"
MODERATOR:” Jika SPP dihapus, bagaimana sekolah akan membiayai operasional seperti listrik, gaji guru, dan fasilitas belajar? dan Jika tidak ada ujian semester, bagaimana cara mengukur kemampuan dan kemajuan belajar siswa secara objektif?”
Saudari Mega Mania: “Sumber dananya akan kita cari dari pihak-pihak yang kuat secara finansial… yaitu pemerintah, program bantuan, dan mungkin sponsor minuman energi biar siswa tetap semangat belajar dan Kalau ujian dihapus, bukan berarti siswa jadi tidak pintar… justru siswa akan otomatis pintar karena tidak lagi stres mikirin ujian.”
Debat III
MODERATOR:
“baik cukup selanjutnya Apa program unggulan Anda untuk fasilitas sekolah? saudara Bakhil bisa menjawab? Waktu Anda 30 detik!"
Saudara Bakhil:(Maju, merapikan baju, tersenyum lebar ke penonton)
"Terima kasih, Jika saya terpilih, saya akan merevolusi ruang kelas sekolah kita. Saya akan memasang AC sentral, kulkas dua pintu penuh es krim gratis, dan lantai kelas akan diganti dengan karpet beludru merah dari Turki! Pilih saya!"
MODERATOR: "Maaf saudara Bakhil, interupsi. Berdasarkan hasil investigasi dan cek fakta tim Jurnalistik kemarin, total dana sekolah saat ini hanya dua puluh lima ribu rupiah. Bagaimana Anda bisa mendatangkan karpet Turki dan kulkas dengan uang segitu? Apakah Anda mau memalsukan laporan keuangan?"
saudara Bakhil: (Mulai panik, membenarkan posisi dasi, menyeka keringat)
"Lho... Anda ini pers jangan pesimis! Kita kan bisa mengajukan dana hibah internasional! Kita buat proposal ke kantin! Atau kita lakukan... kerja sama bilateral dengan sekolah sebelah! Politik itu seni mencari celah, dong!"
MODERATOR: (Menggelengkan kepala, menghadapkan kamera ke wajah saudari Uban Mania)
"saudari sherly, tim Jurnalistik kami sudah melakukan penelusuran mendalam. Minggu lalu Anda membuat berita utama bahwa kantin sekolah akan digratiskan, yang ternyata membuat ratusan siswa mengantre dan kecewa karena itu berita bohong. Apakah Anda sengaja memproduksi clickbait dan hoaks demi mendapat suara?"
Saudari Mega Mania: (Salah tingkah, menutupi wajahnya dari kamera)
"Lho... kemerdekaan berpendapat dong! Yang penting kan viral dulu, dong! Masalah benar atau salah, itu urusan belakangan! Yang penting masuk fyp!"
Moderator: “telah usai perdebatan calon osis Tadika Mesra pada debat pertama calon ketua osis kali ini saya … pamit undur diri”
(seketika para wartawan mengerubung para kandidat untuk di mintai keterangan\ wawancara dan di situ si repoter maju kembali untuk melaporkan berita)
Scene III
REPORTER: liputan tempat kejadian
(Maju ke tengah panggung, menghadap penonton dengan tegas)
"Pemirsa jadi kita telah menyaksikan debat calon ketua osis Tadika Mesra yang begitu panas siang ini saya (jeneng wonge) dari tim tangho’s journalist melaporkan kembali ke studio"
PRESENTER: studio tv
"baik terimakasih saudari … atas laporannya saksikan berita selanjutnya setiap satu tahun sekali di demo ekskul jurnalistik dari tangho’s jurnalistik melaporkan untuk anda see you next time”
(Suara musik latar tegang/berita ditutup.Suara musik latar tegang/berita ditutup.Semua tokoh berkumpul dan membungkuk Bersama salam literasi, pertunjukan pertunjukan dilanjut menyanyi Bersama)
________________________________________

