Masa Ta'aruf Santri Baru (MATSABA)
Secara umum, taaruf diartikan sebagai momen saling mengenal. Di lingkup pesantren, kegiatan ini diwujudkan melalui Matsaba (Masa Ta'aruf Santri Baru) yang diadakan setahun sekali setiap pergantian tahun ajaran. Tujuannya adalah menyatukan para santri baru yang membawa keberagaman watak, asal daerah, dan budaya agar bisa lebih akrab.
Mengingat ada lebih dari 300 santri baru yang mendaftar di Pondok Pesnatren Tanbihul Ghofilin dari berbagai penjuru, tidak mungkin jika mereka diwawancarai satu per satu karena jumlah yang menjemuk dan tidak efektif. Oleh karena itu, panitia mengemas acara ini menjadi sebuah acara dengan nama MATSABA (Masa Ta'aruf Santri Baru).
Berlangsung dari Selasa, 14 Juli hingga Minggu, 19 Juli 2026, kegiatan ini dirancang untuk membekali para santri baru baik dari segi spiritual, keilmuan, hingga menanamkan kebersamaan diantara mereka.
Versi Santri Baru Putra
Bagi para santri putra, perjalanan sepekan MATSABA diawali dengan Malam Keakraban di komplek masing-masing setelah hari H pemberangkatan.
Esoknya, Kegiatan MATSABA (Masa Ta'aruf Santri Baru) yang dipadukan dengan rangkaian kegiatan MATAMUDA (Masa Ta'aruf Murid Madrasah) resmi dibuka melalui apel di halaman madrasah Tanbihul Ghofilin pada Rabu pagi. Kegiatan santri pun mulai dengan pembekalan ibadah dasar dan tradisi pesantren.
Hari pertama, Para santri dibekali materi Thoharoh bersama Kang Sabar dan 'Ubudiyah Sholat yang dibimbing oleh Kang Yusril Ghozali. Tak kalah penting, para santri baru juga bersilaturahmi (sowan) diawali ke ndalem Abah Chamzah, Abah Hakim, hingga Abah Mabrur untuk memohon doa serta keberkahan.
Deretan perlombaan antar siswa madrasah dan penyampaian materi kemadrasahan yang dihandle oleh panitia MATAMUDA madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah Tanbihul Ghofilin, juga turut mengisi hari hari santri baru.
Selain diisi dengan pembacaan Yasin, Tahlil, dan Sholawatan bersama di masjid, pekan MATSABA putra ditutup meriah lewat Panggung Bahagia sebuah panggung unjuk bakat para santri lama, sehingga santri baru pun dapat tertarik untuk dapat mengekpresikan minat dan bakat mereka.
Versi Santri Baru Putri
Sementara itu, alur kegiatan santri putri dikemas tak kalah seru dengan sentuhan edukasi dan nilai religius, apa kegiatannya?
Setelah keberangkatan santri pada 14 Juli, malamnya mereka berkumpul bersama Ketua Komplek dan Pembimbing Kamar untuk saling bertaaruf, dan mempelajari adab sowan ndalem serta pengelolaan uang saku. Karna di Pondok Pesantren Tanbihul Ghofilin pengelolaan uang saku sudah menggunakan sistem edupay, yang bekerja sama dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) dan aplikasi bernama "Pondok Pesantren Tanbihul Ghofilin" sehingga wali santri dapat memantau secara langsung hanya lewat smartphone.
Rangkaian ziarah dilakukan ke Maqom Banagara dan Makbaroh KH M Hasan, diselingi sowan ndalem ke para Ibu Nyai dan Nawaning Pondok Pesantren Tanbihul Ghofilin.
Hari Jumat digunakan dengan materi serta simulasi praktik wudhu dan tatacara menggunakan mukenah yang benar yang bertempat di area Aula Atas. Hal ini dianggap sangat krusial, karna merupakan kunci dari keabsahan ibadah.
Selain unjuk bakat pada malam panggung kreasi santri, para santri putri juga mendapatkan pembekalan wawasan khusus melalui sesi Talkshow MATSABA yang inspiratif di gedung Auditorium. Narasumbernya pun cukup memberikan pencerahan dan pandangan kedepannya untuk para santri baru.
Lewat pendekatan yang ramah, santai, namun sarat makna ini, MATSABA menjadi langkah awal yang manis bagi seluruh santri baru untuk menemukan "rumah kedua" mereka di Pondok Pesantren Tanbihul Ghofilin.

.jpeg)

.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)


.jpeg)
.jpeg)


