Alkisah ada 3 orang pemuda yang menginap di hotel. pada suatu ketika, ketiga pemuda tersebut baru pulang berjalan-jalan dan ingin menuju kamarnya yang berada di lantai 16. Namun, listrik di hotel tersebut sedang padam sehingga membuat lift mati.
Akhirnya ketiga pemuda tersebut berunding untuk dapat mencapai kamar mereka.
"Baiklah mari kita capai kamar kita dengan menaiki tangga"
"Aaah capek sekali"
"Kita sembari cerita saja, biar gak terasa capek. Kamu cerita tentang cerita menyenangkan dan lucu, kalau kamu cerita tentang kesedihan atau yang serius, dan aku cerita tentang percintaan"
Kemudian mereka menaiki tangga sembari bercerita, sesekali ketiga pemuda tersebut tertawa terbahak bahak, menangis, hingga serius mendengarkan temannya.
Sampailah mereka di depan kamarnya.
"Waaaah kunci kamarnya ketinggalan dilantai bawah!!!"
mereka pun menyesali atas keteledorannya.
Kisah tadi adalah perumpamaan. Kamar mereka adalah puncak kehidupan, yakni Sang Kuasa.
Perjalanan menuju Sang Kuasa memang penuh perjuangan, kadang tawa, kadang pula tangis. Namun apabila sudah sampai pada tujuan, tapi kita lupa membawa kuncinya, bagaimana sukma akan berpulang dan menemukan kebahagiaan sejati? Sedangkan kunci (agama dan ibadah) yang seharusnya kita gunakan ternyata tertinggal di bawah (dunia)?
.jpg)
