Pagi pun tiba, aku pun terbangun dari dunia fantasi. Seperti biasa, aku melakukan rutinitasku, dimulai dari berjalan bersama Ragil masuk ke kelas.
Saat duduk di bangku, ada sesuatu yang menarik perhatianku. Dua orang yang kulihat adalah Farinzo dan Rohma. Otakku pun mulai bertanya-tanya, 'Hmm, tuh dua orang dari kemarin deket terus layaknya sepasang sandal yang tak terpisahkan.' Aku berpikir begitu karena curiga mereka sedang bucin atau semacamnya, mengingat kedekatan mereka sebagai laki-laki dan perempuan.
Karena penasaran dan bingung, akhirnya aku bertanya kepada Ragil, "Eh Gil, mereka berdua deket terus emangnya ada hubungan apa, sih?" tanyaku.
"Oh, mereka berdua dari SMP itu sahabatan, Ndra. Memangnya kenapa nanya gitu? Kamu cemburu, ya?" goda Ragil.
"Nggaklah! Buat apa aku bucin-bucinan kayak gitu? Lagipula masih terlalu cepat buat ngelakuin hal macam itu. Aku kan cuma bingung kenapa mereka deket terus," jawabku agak jengkel.
Jam pelajaran pun berlalu. Setelah bel berbunyi, sudah waktunya untuk pulang. Namun, saat aku mencoba melangkah keluar dari pintu kelas, tiba-tiba ada yang memanggilku.
"Heh, lu jangan pulang dulu! Coba lihat jadwal piket," tegur Atif sambil menunjuk ke arah papan jadwal.
Hadeh, padahal aku ingin cepat-cepat pulang karena sudah lelah banget. Tapi ya sudahlah, mau bagaimana lagi. Aku kerjakan saja. Hari ini aku mendapat jadwal piket bersama Rohma, si perempuan pemalu itu. Jadi, kami pun piket berdua.
Saat aku sedang menyapu, Rohma tiba-tiba berbicara kepadaku. "Ndra, aku mau pulang duluan, ya. Soalnya aku mau pulang cepat, ada urusan," pamit Rohma dengan suara pelan.
"Iya, iya, nggak apa-apa kok kalau aku piket sendiri," jawabku dengan ikhlas.
"Terima kasih ya, Ndra. Maaf banget lho," ucapnya sambil melambaikan tangan lalu bergegas pergi.
Jadilah aku piket sendirian di kelas. Setelah tugasku selesai, aku merasa sangat lega dan langsung mengambil tasku untuk pulang. Di lorong sekolah, aku berjalan sendirian. Sambil menatap ke luar jendela, mataku tertuju pada petugas kebersihan sekolah yang sedang mengerjakan tugasnya.
Jujur saja, melihatnya membuatku bergumam dalam hati, 'Memangnya nggak capek ya, piket bersihin sekolah?'ya meski tetp digajih yaa gw maklumia aja lah tapikan gw aja piket kelas aja sudah lelah apa lagi sekolah. tulang gw bisa bisa remuk sih kalo piket sesekolah. adayang lebih membuatku kaget apa itu ya gw pulang jam 4 sore gila gak tuh gw bersih bersih sampai sore padahal gw pu
bersambung...........................
.png)