![]() |
| Doc. Tangho's Journalist |
Judul : Irsyad al-‘Ibad ila Sabil ar-Rasyad
(إرشاد العباد إلى سبيل الرشاد)
Penulis : Syekh Zainuddin bin Abdul Aziz al-Malibari
Bahasa : Arab
Bidang : Fikih, Tasawuf, Akhlak
Halaman : 120
A. Identitas Karya
Kitab Irsyad al-‘Ibad ila Sabil ar-Rasyad merupakan salah
satu karya ulama besar dalam mazhab Syafi‘i, yaitu Zainuddin al-Malibari.
Beliau dikenal sebagai seorang ulama yang berasal dari wilayah Malabar (India)
dan memiliki pengaruh besar dalam perkembangan keilmuan Islam, khususnya dalam
bidang fikih dan tasawuf.
Kitab ini ditulis dalam bahasa Arab dan banyak dipelajari di
pesantren tradisional. Isinya memadukan pembahasan tentang hukum-hukum ibadah
dengan nasihat moral dan spiritual. Oleh karena itu, kitab ini tidak hanya
berfungsi sebagai pedoman hukum Islam, tetapi juga sebagai panduan dalam
membentuk akhlak seorang Muslim.
B. Latar Belakang dan Tujuan Penulisan
Kitab ini disusun dengan tujuan memberikan bimbingan kepada umat
Islam agar mampu menjalani kehidupan sesuai dengan ajaran agama secara benar.
Penulis berusaha mengarahkan pembaca untuk memahami kewajiban-kewajiban agama
sekaligus memperbaiki perilaku dan kepribadian.
Imam Zainuddin al-Malibari menekankan bahwa seorang Muslim tidak
cukup hanya memahami hukum-hukum agama secara teori, tetapi juga harus
mengamalkannya dengan kesadaran dan keikhlasan. Oleh karena itu, kitab ini
menggabungkan unsur fikih dengan pembinaan spiritual agar pembaca dapat
menjalani kehidupan yang seimbang antara ibadah lahir dan kebersihan batin.
C. Isi dan Pokok Pembahasan
Secara umum, kitab Irsyad al-‘Ibad ila Sabil ar-Rasyad
membahas berbagai aspek penting dalam kehidupan seorang Muslim. Pembahasan
dalam kitab ini mencakup hukum-hukum ibadah seperti salat, puasa, serta
amalan-amalan lain yang dianjurkan dalam Islam. Penulis menjelaskan tata cara
ibadah tersebut dengan merujuk pada ajaran mazhab Syafi‘i yang banyak dianut
oleh umat Islam di berbagai wilayah, termasuk di Asia Tenggara.
Selain membahas fikih ibadah, kitab ini juga memuat banyak nasihat
tentang akhlak dan perilaku seorang Muslim. Penulis menjelaskan pentingnya
menjaga keikhlasan, memperbanyak ibadah, serta menjauhi perbuatan yang dapat
merusak hubungan manusia dengan Allah maupun sesama manusia.
Kitab ini juga menekankan pentingnya membersihkan hati dari
berbagai penyakit seperti riya, sombong, dan cinta dunia yang berlebihan.
Penulis menjelaskan bahwa kesempurnaan ibadah tidak hanya terletak pada
pelaksanaan hukum secara lahiriah, tetapi juga pada kebersihan niat dan
ketulusan hati.
Di samping itu, terdapat pula pembahasan tentang pentingnya
mengikuti ajaran para ulama dan menjaga tradisi keilmuan Islam yang bersumber
dari Al-Qur’an dan hadis. Hal ini menunjukkan bahwa kitab ini tidak hanya
memberikan panduan praktis, tetapi juga menanamkan kesadaran akan pentingnya
ilmu dalam kehidupan beragama.
D. Analisis dan Penilaian
Kitab Irsyad al-‘Ibad ila Sabil ar-Rasyad memiliki gaya
penulisan yang cukup sistematis dan mudah dipahami, terutama bagi para pelajar
yang mempelajari ilmu agama. Penjelasan dalam kitab ini bersifat ringkas tetapi
mencakup banyak aspek penting dalam kehidupan seorang Muslim.
Keunggulan kitab ini terletak pada kemampuannya menggabungkan
antara pembahasan fikih dan pembinaan akhlak. Hal ini membuat kitab ini tidak
hanya memberikan pengetahuan tentang hukum Islam, tetapi juga membimbing
pembaca untuk memperbaiki diri secara spiritual.
Selain itu, kitab ini juga memiliki nilai historis dan keilmuan
yang penting karena ditulis oleh ulama yang memiliki pengaruh besar dalam
perkembangan mazhab Syafi‘i. Hingga saat ini, kitab ini masih dipelajari di
berbagai lembaga pendidikan Islam tradisional, terutama di pesantren.
Namun, bagi pembaca pemula yang belum terbiasa dengan kitab
berbahasa Arab klasik, sebagian bagian kitab mungkin memerlukan penjelasan
tambahan dari guru atau referensi lain agar dapat dipahami secara lebih
mendalam.
E. Kesimpulan
Kitab Irsyad al-‘Ibad ila Sabil ar-Rasyad merupakan salah
satu karya penting dalam tradisi keilmuan Islam yang memadukan pembahasan fikih
dan tasawuf. Kitab ini memberikan panduan tentang bagaimana seorang Muslim
menjalankan ibadah dengan benar sekaligus memperbaiki akhlak dan niat dalam
beragama.
Isi kitab ini menunjukkan bahwa praktik keagamaan tidak hanya
berkaitan dengan hukum-hukum ibadah, tetapi juga berkaitan dengan pembinaan
hati dan karakter. Oleh karena itu, kitab ini tetap relevan untuk dipelajari
sebagai bagian dari pendidikan agama Islam, khususnya dalam lingkungan
pesantren dan lembaga pendidikan Islam.
